-->

Mendidik anak yang baik dan benar supaya sopan santun

mendidik anak itu butuh kesabaran dan keikhlasan  dalam menjalaninya dan niatkan semuanya karena Allah SWT. Karena kita sebagai manusia hanya dititipi oleh Allah SWT untuk menjaga dan merawat anak supaya mengenal Allah SWT dan agamanya. Seperti Memberikan contoh yang baik Orang tua harus memiliki akhlaq yang baik terlebih dahulu, sebelum mengajari anaknya berakhlaq baik. Orang tua hendaknya melakukan contoh-contoh yang baik sebelum memerintahkan kebaikan pada anak.


Salah seorang ulama mengatakan kepada guru anak- anaknya, "Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk mendidik keshalihan anak-anak saya adalah membuat diri Anda sendiri menjadi shalih. Karena kesalahan mereka adalah bentuk mencontoh dari kesalahan Anda; Hanya perbuatan baik saja yang harus Anda lakukan dan tinggalkanlah perbuatan yang jelek di hadapan mereka" (Tariikh Dimasyq, 38 / 271-272).

Menerapkan Lingkungan Baik untuk Anak Lingkungan yang baik adalah lingkungan di mana perbuatan baik dipuji dan pelakunya dimuliakan, sedangkan perbuatan buruk dan pelakunya dicela. Saat ini, lingkungan seperti ini sangat jarang kita temui. Namun, dengan usaha keras dan sungguh- sungguh secara fisik, psikologis dan finansial, insyaAllah kita mampu untuk membuatnya.

Misalnya, jika terdapat sebuah keluarga muslim yang tinggal di lingkungan di mana tidak ada keluarga muslim lainnya, keluarga ini harus berusaha keras untuk pindah ke lingkungan atau kota di mana terdapat banyak muslim, atau lingkungan di mana terdapat masjid atau pusat kegiatan Islam yang aktif dalam menjalankan program-program untuk anak- anak muslim.

Contoh lain, jika seorang anak tertarik dalam olahraga tertentu atau aktivitas lainnya, orang tua bisa mencarikan klub olahraga atau organisasi serupa yang cocok, yang dikelola oleh muslim yang berkomitmen pada syariat Islam, yang diikuti oleh keluarga-keluarga muslim yang bersemangat untuk memberikan anak-anak mereka pendidikan yang baik dalam seluruh perkara. Interaksi satu sama lain sangat memberikan pengaruh besar, seperti yang Anda katakan.

Sehingga, cobalah untuk mengurangi efek negatif yang Anda lihat sebagai hasil dari interaksi tersebut, dengan mengatur interaksi yang positif dengan keluarga muslim. Jika orang tua mampu mengeluarkan uang untuk pakaian bagus, makanan lezat, dan rumah yang nyaman, mereka juga harus bersedia mengeluarkan uangnya dalam usaha untuk memperoleh akhlaq yang baik, dengan mengharap pahala dari Allah Ta'alaa dengan hal tersebut. Seperti:

1. Beri Contoh 
Anak adalah peniru ulung. Apa yang dilihat, itulah yang akan dilakukannya. Jangan memerintah anak bersikap hormat, sementara Anda tidak menghormati anak. Memaksa anak menghormati Anda hanya akan menimbulkan rasa takut, bukan hormat. Mulailah mendengarkan keinginan anak. Hormati pendapatnya. Saat berbicara dengannya, tataplah matanya dan tunjukkan bahwa Anda antusias dengan apa yang dia bicarakan.

2. Ajarkan 3 "Kata Ajaib"
Ajarkan anak untuk memahami dan mengata- kan "tolong", "maaf", dan "terimakasih" secara tepat, dan ingatkan bila mereka lupa. Sekali lagi, memberi contoh anak bersikap sopan lebih baik daripada memaksanya. Katakan "tolong", "maaf", dan "terimakasih" kepada anak Anda (dan orang lain), sehingga dia akan belajar bahwa frasa-frasa itu adalah bagian dari komunikasi normal, baik di dalam keluarga maupun di depan umum.

3. Hindari Reaksi Berlebihan 
Ketika mendapati anak berkata kasar, bersikap tidak sopan, berteriak, dan melawan perintah Anda, jangan tunjukkan reaksi berlebihan. Jangan memaki, berkata kasar, apalagi main tangan. Terkadang anak sengaja memprovokasi dan memancing emosi, sehingga ketika Anda marah ia justru menikmati "kemenangan". Tataplah wajahnya dan berikan nasihat dengan tenang namun tegas, misalnya, "Jangan seperti itu. kalau ingin Ibu membantumu, mintalah dengan baik. Ibu pasti bantu".

4. Pahami Perbedaan Pendapat
Orangtua tentu ingin anak-anak selalu nurut dan melaksanakan semua perintah dengan senang hati, tapi itu tidak realistis. Anda harus paham bahwa ketika anak melawan perintah, bukan berarti dia sedang berusaha melawan. Dia hanya memiliki pendapat sendiri. Anda boleh meluruskan jika dia mengungkap- kan perbedaan pendapatnya dengan kasar. Ajarkan anak untuk mengekspresikan keinginan atau pendapatnya dengan kata-kata yang santun dan positif.

5. Koreksi dengan Tepat 
Belajar dari kesalahan adalah hal yang baik. Jika anak melakukan kesalahan, koreksi mereka sehingga mereka bisa memahami lebih dalam tentang perilaku dan cara menerapkannya. Misalnya ketika Anda sedang melakukan percakapan dan dia tiba-tiba menyela Anda, jelaskan dengan lembut bahwa perbuatan seperti itu merupakan perilaku yang kurang sopan. Jika ingin bicara, kita harus menunggu orang lain selesai bicara terlebih dahulu.

6. Bicarakan Nanti 
Ketika anak bersikap tidak baik, terkadang Anda tidak perlu langsung membahasnya saat itu juga. Cari waktu dan tempat yang tepat. Hindari membeberkan kesalahan anak di depan banyak orang karena itu akan mempermalukan dan menurunkan harga dirinya. Pilihlah tempat yang sepi, dan nasihati anak ketika dia mulai tenang. Bicarakan kesalahan yang telah dilakukan sebelumnya. Jangan terkesan mengungkit kesalahan dan menghakimi, melainkan mengevaluasi dan memberi nasihat. Dalam situasi yang tenang dan nyaman, anak akan lebih mudah memahami.

7. Hindari Berteriak
Hindari berteriak kepada anak jika mereka melakukan sesuatu yang salah. Saat mengoreksi kesalahan anak, posisikan badan Anda sejajar/sama tinggi dengan anak. Anda dapat menekuk atau jongkok ke posisi mereka untuk mendapatkan kontak mata. Bicaralah dengan suara rendah dan tenang. Berkomunikasi dengan cara ini menunjukkan kepada anak bahwa Anda memperlakukannya dengan hormat, bermartabat, dan Anda benar- benar ingin membantunya menjadi lebih baik.

8. Berikan Pujian
Buatlah anak senang dan bangga bersikap sopan dengan memberikan pujian atas setiap perbuatan baiknya. Berikan pujian yang spesifik, sesuai kebaikan yang baru diperbuatnya. Misalnya, "Terima kasih sudah mengatakan 'tolong' saat meminta Ibu mengambilkan makanan." 11 Katakan dengan eksplisit, maka anak akan cepat menyadari bahwa setiap usahanya berbuat baik itu diterima dan dihargai. Referensi: aura.tabloidbintang.com "8 Kiat Mendidik Anak Agar Bersikap Sopan dan Hormat" tirto.id, "7 Cara Mengajari Perilaku Sopan dan Santun pada Anak Sejak Dini.

Semoga artikel ini bermanfaat buat yang baru mempunyai momongan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel