-->

Tahukah kamu! Jika benua Australia selalu bergerak 7cm setiap tahunnya ke arah Indonesia

Benua Australia selalu bergerak 7 Cm ke arah Indonesia setiap tahunnya, Ini adalah pergerakan tercepat lempeng bumi, sejak tahun 1994 benua Australia bergerak sejauh 1,5 meter ke arah Indonesia 26.363 suka zonafaktaa Merasa kalau benua Australia cukup jauh dari Indonesia? Ingin ke Sydney atau Perth tapi tampak jarak terlalu lebar? Australia rupanya terus bergerak setiap tahunnya ke arah utara.


Yang berarti, benua Australia semakin mendekati Indonesia. Sekelompok ilmuwan menyebutkan kalau setiap tahunnya, Australia bergeser tujuh sentimeter setiap tahunnya ke arah Indonesia. Pergerakan Australia ini disebabkan oleh lempeng Bumi yang saling bertumbukkan. Jika kamu tak tahu, benua Australia memang ada di atas lempeng tektonik yang memang paling aktif bergerak dan bertabrakan dengan lempeng Pasifik. Tak hanya lempeng di bawah Australia, lempeng Pasifik dilaporkan juga bergerak 11 sentimeter tiap tahunnya. Dari data yang ada sejak tahun 1994-2016, benua Australia sudah bergeser ke arah utara sejauh 1,5 meter.

Karena hal itu, para ilmuwan di Australia sampai menghitung ulang posisi garis bujur dan garis lintang Australia, seperti dilansir ABC. Kalau kamu bertanya-tanya apa yang terjadi pada Bumi saat kedua lempeng bertumbukkan, maka jawabannya adalah gempa bumi. Pernah dengar gempa berkekuatan 8,1 SR yang melanda pulau Macquarie pada 23 Desember 2004? Rupanya gempa itu disebabkan oleh tumbukkan lempeng tektonik di bawah Australia dan lempeng Pasifik.

Dan ternyata meskipun cuma bergerak beberapa senti setiap tahunnya, akibat yang ditimbulkan cukup bikin ribet Iho. Karena penghitungan ulang garis bujur dan lintang, maka semua informasi spasial di seluruh Australia pun berubah termasuk layanan transportasi hingga navigasi GPS.

Hanya saja kendati bikin ribet, Geoscience Australia tetap memandang pembaruan data sangat penting. "Garis benua Australia memang tetap. Tetapi dengan waktu yang terus berjalan, posisi sekarang dibandingkan dengan posisi GPS akan muncul perbedaan. Sehingga kita perlu mengubahnya," ungkap Dan Jaksa, perwakilan Geoscience Australia.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel