-->

Featured Posts


Amalan ketika sedang dalam keadaan sempit

Seringkali orang berpikir "Ah, nanti saja sedekahnya jika uangku sudah banyak. "Entah menunggu dapat proyek besar, gajian, atau rejeki nomplok lainnya baru mau bersedekah. Padahal ketika sedang sulit dan mampu berbesar hati untuk mengeluarkan sedekah, itulah yang paling bernilai di sisi Allah. Janganlah menunggu lapang baru bersedekah, namun di tengah kondisi yang sulit, sempit, dan menghimpit seperti saat ini, bersedekahlah. Jadikan momentum di kala sempit dan sulit menjadi ajang pembuktian kepada Allah bahwa menjalankan perintahNya tak mengenal kondisi LAPANG maupun SEMPIT. 


Siapa bilang yang Allah nilai itu nominal? Tak pernah Allah katakan, "Orang yang sedekah satu Juta lebih besar pahalanya dari yang sedekah sepuluh ribu" Namun, yang bersedekah kapanpun meskipun lapang dan SEMPIT. Allah SWT Berfirman, "Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,(yaitu) orang- orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 133 -134).

MANFAAT SEDEKAH DI WAKTU SULIT 
banyak keajaiban dalam bersedekah. Untuk bersedekah pun tidak harus di waktu lapang. Karna Allah melihat keikhlasan dalam setiap amal perbuatan, bukan kuantitasnya. Seperti fırman Allah SWT. "Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan." (At-Thalaq : 7)
Apakah Anda sedang dalam kesulitan keuangan atau masalah lainnya? Berikut ini Doa 2 nabi yaitu nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam dan nabi Musa alaihi sallam, di amalkan apabila dalam keadaan sempit dan sangat terdesak.
Dari Abdullah (bin mas'uud) Radhiallahu anhu


Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam kedatangan tamu, Lalu beliau mengutus seseorang ke istri beliau barangkali ada yang memiliki makanan. Ternyata tidak seorang pun dari istri beliau yang memiliki makanan. Beliau berdoa :
ALLAAHUMMA INNIL AS - ALUKA MIN FADHLIKA WA RAHMATIKA , FA INNAHU LAAYAMLIKUHAA ILLAA ANTA
( Ya Allah, aku memohon kepadaMu sebagian karunia dan rahmatmu, Sesungguhnya tidak ada yang memilikinya melainkan Engkau ) 
" ( Maka tidak lama kemudian ) ada orang yang menghadiahi beliau daging kambing bakar. 

Beliau bersabda :
Ini adalah sebagian karunia Allah sementara kami menunggu rahmatNya " [ Diriwayatkan oleh Ath Thabarniy dalam Al - Kabiir, Ibnu Abi Syaibah, Abu Nu ' aim dalam Hilyatul - Auliyaa' dan Al - Baihaqiy dalam Dalaailun - Nubuwwah ]. Asy - Syaikh Al - Albaaniy menyatakan keshahihan hadits ini dalam Silsilah Ash Shahiihah no: 1543.
Begitu juga Nabiyullah Musa' alaihis salaam, sebagaimana dalam firman Allah ta'ala :

 وَلَمّا وَرَدَ مَاء مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أمَةً مِنَ النَّاس يَسقُونَ وَوَجَدَ مِن دُونِهمُ امْرَأتَيْن تَدُودان قالَ مَا خظبكُمَا قَالَتَا لا تَسقِي حَتَّى يُضدِرَ الرّعَاء وَأبُونَا شيخ كبير * فَسَقَى لَهُمَا تُمَ تُوَلّى إلى الطلّ فَقَالَ رَبّ إنّي لِمَا أنْزَلْت إلي من خيرِ فَقِير

Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Mad - yania menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan 
( ternaknya ) dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang Wanita yang sedang menghambat ( ternaknya ) 
Musa berkata : " Apakah maksudmu dengan berbuat begitu ) ? 
Kedua Wanita itu menjawab : Kami tidak dapat meminumkan ( ternak kami ) sebelum pengembala - pengembala itu memulangkan ( ternaknya ) sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya " 
Maka Musa memberi minum ternak itu untuk ( menolong ) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa :

صَافَ النّبئ فَأَرْسَلَ إلى أزواجهِ يَبْتَهِي عنده طقامًا ، فَلَمْ يَجذ عندَ وَاحِدَةٍ مِنْهُ ، فَقَالَ : " اللَّهُمَّ إني أسألك مِن فَضلِك وَرَحْمَتِك ، فَإنّه لا يَمْلِكُهَا إلا أنت " ، فَأهدِيث إِلَيْهِ شَاةً مُضليّة ، فَقَالَ : " هَذِهِ مِن فَضل اللهِ ، وَتَخ تَنْتَظرُ الرّخم

RABBI INNIL LIMAA ANZALTA ILAYYA MIN KHAIRIN FAQIIR 
( Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku ) " [ QS . Al - Qashshash : 23 - 24 ]
Ibnu ' Abbaas radliyallaahu anhu mengatakan bahwa doa tersebut diucapkan Musa ' alaihis - salama ketika ia ditimpa rasa lapar membutuhkan makanan ( kurma ) , sampai sampai perut dan punggungnya terasa berdekatan ( karena sangat laparnya ) . Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah . Dan diceritakan , akhirnya Musa diundang ke rumah orang tua dua orang wanita yang ditolongnya . Itulah akhlak para Nabi . Mereka hanya bergantung kepada Allah ta ' ala atas kesempitan yang mereka alami , dan Allah satu - satunya tuhan yang semua makhluk - Nya bersandar kepada-Nya .

Supaya amalan ini mustajab sebaiknya sholat hajat atau sholat istikharah 2 raka'at. di sujud terakhir dzikir 
yaa arhmana rohimin 3x
baca sholawat nabi 3x 
Setelah selesai dan masih sujud minta kepada Allah SWT atas hajat yang kita inginkan. Usahakan untuk fokus menghadirkan Allah SWT dalam pikiran kita seolah olah sedang berada di hadapan Allah SWT.. minta apa yang kita butuhkan. Setelah selesai sholat usahakan berdzikir 
Astaghfirullah semampunya. Lakukan secara rutin dan konsisten nanti akan terlihat hasilnya.
Semoga yang lagi kesulitan keuangan, masalah keluarga, pekerjaan dan lainnya diberikan kemudahan dan dilancarkan rejekinya oleh Allah SWT.. Ammiinn

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel